Matematika Rabu, 04 November 2026
IDENTITAS
Nama Guru: Juwitasari Pebriani, S.Pd. dan Melia Andriani, S.Pd.
Mata Pembelajaran: Matematika
Hari/Tanggal: Rabu, 04 November 2026
Fase/Kelas: A/1A
Materi: Pemahaman simbol sama dengan (=) pada penjumlahan
Pertemuan ke: 1 (2 JP)
🌷 PEMBUKAAN PEMBELAJARAN
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷
Selamat pagi, anak-anak shalih dan shalihah Kelas 1A! 🌟💖
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, bersemangat, dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa bersama agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan ilmu yang kita pelajari menjadi bermanfaat. Setelah itu, kita melaksanakan salat Dhuha dan murojaah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.
Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar tentang penjumlahan bilangan. Hari ini kita akan belajar memahami simbol sama dengan (=) pada penjumlahan.
Coba perhatikan cerita berikut!
🍎 Cerita Apel
Ibu mempunyai 3 buah apel. Kemudian, Ayah memberikan 2 buah apel lagi kepada Ibu.
Berapa jumlah apel Ibu sekarang?
Yuk, kita hitung bersama!
🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎
Kalimat matematikanya:
3 + 2 = 5
Nah, anak-anak, tanda sama dengan (=) menunjukkan bahwa jumlah di sebelah kiri dan sebelah kanan memiliki nilai yang sama.
Jadi, 3 + 2 sama dengan 5.
MasyaAllah, ternyata tanda sama dengan membantu kita mengetahui bahwa dua nilai memiliki jumlah yang sama! 🥰
Yuk, anak-anak, kita belajar bersama dengan gembira, teliti, dan penuh semangat!
💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami makna simbol sama dengan (=) sebagai tanda bahwa dua nilai memiliki jumlah yang sama, serta menggunakannya untuk menyajikan dan menyelesaikan penjumlahan bilangan cacah sampai 20 melalui gambar, benda konkret, dan kalimat matematika sederhana.
🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Mengenal simbol sama dengan (=) pada kalimat matematika.
Memahami bahwa tanda sama dengan menunjukkan dua nilai yang sama.
Menentukan hasil penjumlahan bilangan cacah sampai 20.
Menuliskan simbol sama dengan (=) secara tepat dalam kalimat matematika.
🌱 MINDFUL (Berkesadaran)
Peserta didik berlatih memperhatikan simbol sama dengan (=) pada kalimat matematika.
Guru mengajak peserta didik mengamati dua kelompok benda dan menghitung jumlahnya dengan teliti.
Peserta didik diajak memahami bahwa tanda sama dengan bukan sekadar tanda untuk menuliskan jawaban, tetapi menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan kanan adalah sama.
💡 MEANINGFUL (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan pemahaman simbol sama dengan (=) dengan kehidupan sehari-hari.
Contohnya:
Menghitung jumlah buah yang dimiliki.
Menghitung jumlah pensil dan buku.
Menggabungkan dua kelompok mainan.
Membandingkan jumlah benda pada dua kelompok.
Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami bahwa simbol sama dengan digunakan untuk menunjukkan dua jumlah yang bernilai sama.
😊 JOYFUL (Menyenangkan)
Pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:
Mengamati gambar benda.
Bermain kartu angka dan simbol.
Menggunakan stik es krim atau balok hitung.
Bermain “Ayo Cari Pasangannya!”
Mengerjakan LKPD bergambar yang menarik.
Peserta didik diberikan kesempatan untuk mencoba, menjawab pertanyaan, dan mempresentasikan hasil pekerjaannya dengan gembira.
📚 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal simbol sama dengan (=).
Memahami makna tanda sama dengan sebagai tanda bahwa dua nilai memiliki jumlah yang sama.
Menghitung hasil penjumlahan menggunakan benda konkret atau gambar.
Menuliskan kalimat matematika menggunakan simbol sama dengan (=).
Menentukan nilai yang belum diketahui pada penjumlahan sederhana.
Menyelesaikan latihan penjumlahan dengan benar dan percaya diri.
🧩 MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL).
Metode Pembelajaran: Bercerita, tanya jawab, demonstrasi, diskusi sederhana, praktik menggunakan benda konkret, dan latihan soal.
🖼️ MEDIA PEMBELAJARAN
Gambar benda untuk kegiatan penjumlahan.
Stik es krim atau balok hitung.
Kartu angka dan kartu simbol (+, =).
Benda konkret, seperti pensil, buku, dan penghapus.
Papan tulis dan alat tulis.
LKPD penjumlahan sederhana.
🌼 APERSEPSI
Guru mengajak peserta didik mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang penjumlahan.
Guru menunjukkan 3 stik es krim kepada peserta didik.
Kemudian, guru menambahkan 2 stik es krim lagi.
Guru bertanya:
Berapa stik yang ada mula-mula?
Berapa stik yang ditambahkan?
Berapa jumlah stik semuanya?
Simbol apa yang digunakan untuk menunjukkan bahwa jumlahnya sama dengan 5?
Guru bersama peserta didik menghitung stik yang tersedia.
Kalimat matematikanya:
3 + 2 = 5
Guru menjelaskan bahwa tanda sama dengan (=) menunjukkan bahwa hasil penjumlahan di sebelah kiri memiliki nilai yang sama dengan angka di sebelah kanan.
Guru kemudian menyampaikan bahwa hari ini peserta didik akan belajar memahami simbol sama dengan (=) melalui kegiatan menghitung, mengamati, dan bermain.
🕌 KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.
Anak-anak shalih dan shalihah, semua yang kita miliki merupakan karunia dari Allah Swt. Kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya.
Ketika kita belajar menghitung, kita juga belajar mengenal keteraturan dan kebesaran Allah Swt.
Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang tepat.
📖 QS. Al-Qamar Ayat 49
Allah Swt. berfirman bahwa segala sesuatu diciptakan menurut ukuran.
🌸 Pesan untuk Anak-Anak
Selalu bersyukur atas nikmat Allah Swt.
Belajar dengan sabar dan teliti.
Menghargai teman yang sedang belajar.
Senang berbagi dan saling membantu.
Tidak mudah menyerah ketika mengerjakan soal.
Melalui pembelajaran ini, kita tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga belajar bersyukur, teliti, dan saling membantu. Alhamdulillah. 🤲
Mari kita simak video pembelajaran berikut ini!
📖 MATERI PEMBELAJARAN
1. Apa Itu Simbol Sama Dengan (=)?
Simbol sama dengan (=) adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan bahwa dua nilai memiliki jumlah atau nilai yang sama.
Simbol sama dengan ditulis seperti ini:
=
Tanda sama dengan memiliki arti “sama dengan”.
Contohnya:
2 + 3 = 5
Artinya:
2 ditambah 3 hasilnya 5.
Jumlah di sebelah kiri adalah 5.
Jumlah di sebelah kanan adalah 5.
Kedua nilai tersebut sama.
Jadi, tanda sama dengan (=) menunjukkan bahwa kedua sisi memiliki nilai yang sama.
2. Mengenal Bagian-Bagian Kalimat Matematika
Perhatikan kalimat matematika berikut!
4 + 3 = 7
Kalimat matematika tersebut memiliki bagian-bagian berikut:
| Simbol | Nama | Arti |
|---|---|---|
| 4 | Bilangan | Jumlah pertama |
| + | Tanda tambah | Menambahkan |
| 3 | Bilangan | Jumlah kedua |
| = | Sama dengan | Menunjukkan nilai yang sama |
| 7 | Hasil | Jumlah seluruhnya |
Anak-anak, tanda sama dengan (=) bukan berarti kita harus selalu menuliskan jawaban di sebelah kanan.
Tanda sama dengan menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan kanan harus sama.
3. Memahami Tanda Sama Dengan Menggunakan Benda Konkret
Yuk, kita belajar menggunakan benda nyata!
🍎 Contoh 1: Apel
Di sebelah kiri terdapat 2 apel dan 3 apel.
Di sebelah kanan terdapat 5 apel.
🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎
Kalimat matematika:
2 + 3 = 5
Jumlah apel di kedua sisi sama, yaitu 5 apel.
🧸 Contoh 2: Mainan
Di sebelah kiri terdapat 4 mainan dan 2 mainan.
Di sebelah kanan terdapat 6 mainan.
Kalimat matematika:
4 + 2 = 6
Jadi, 4 + 2 memiliki nilai yang sama dengan 6.
4. Memahami Bahwa Kedua Sisi Harus Sama
Anak-anak, tanda sama dengan (=) menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan kanan harus sama.
Perhatikan contoh berikut!
3 + 2 = 5
Apakah kedua sisi sama?
Ya, karena:
3 + 2 = 5
dan angka di sebelah kanan adalah 5.
Jadi, kedua sisi memiliki nilai yang sama.
Sekarang perhatikan contoh berikut!
3 + 2 = 6
Apakah kedua sisi sama?
Tidak.
Karena:
3 + 2 = 5
Sedangkan angka di sebelah kanan adalah 6.
Jadi, kalimat matematika tersebut belum benar.
MasyaAllah, anak-anak hebat! Kita harus menghitung dengan teliti agar kedua sisi memiliki nilai yang sama.
5. Tanda Sama Dengan Tidak Selalu Berada di Tengah Hasil Penjumlahan
Anak-anak, tanda sama dengan (=) dapat digunakan dalam berbagai bentuk kalimat matematika.
Perhatikan contoh berikut!
5 = 2 + 3
Artinya:
Jumlah di sebelah kiri adalah 5.
Jumlah di sebelah kanan adalah 2 + 3, yaitu 5.
Jadi, kedua sisi memiliki nilai yang sama.
Contoh lainnya:
6 = 4 + 2
7 = 3 + 4
8 = 5 + 3
Semua kalimat matematika tersebut benar karena kedua sisi memiliki nilai yang sama.
6. Menentukan Bilangan yang Belum Diketahui
Anak-anak, terkadang ada bilangan yang belum diketahui dalam kalimat matematika.
Yuk, kita cari bersama!
🍬 Contoh 1
3 + 2 = ...
Cara mengerjakan:
3 + 2 = 5
Jadi, bilangan yang tepat adalah 5.
3 + 2 = 5
🍎 Contoh 2
4 + ... = 7
Kita sudah memiliki 4.
Agar jumlahnya menjadi 7, kita perlu menambahkan 3.
4 + 3 = 7
Jadi, bilangan yang belum diketahui adalah 3.
🧸 Contoh 3
... + 2 = 6
Kita mencari bilangan yang jika ditambah 2 hasilnya 6.
4 + 2 = 6
Jadi, bilangan yang belum diketahui adalah 4.
🌈 CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA
🍎 Contoh 1: Cerita Apel
Ibu mempunyai 3 buah apel. Ayah memberikan 2 apel lagi. Berapa jumlah apel Ibu sekarang?
Diketahui:
Apel mula-mula: 3 buah.
Apel yang ditambahkan: 2 buah.
Kalimat matematika:
3 + 2 = 5
Jawaban: Jumlah apel Ibu sekarang ada 5 buah.
🍬 Contoh 2: Cerita Permen
Rani mempunyai 4 permen. Ia mendapatkan 3 permen lagi dari Ibu. Berapa jumlah permen Rani?
Diketahui:
Permen mula-mula: 4 buah.
Permen yang ditambahkan: 3 buah.
Kalimat matematika:
4 + 3 = 7
Jawaban: Jumlah permen Rani ada 7 buah.
✏️ Contoh 3: Cerita Pensil
Budi mempunyai 5 pensil. Ayah memberikan 2 pensil lagi. Berapa jumlah pensil Budi?
Kalimat matematika:
5 + 2 = 7
Jawaban: Jumlah pensil Budi ada 7 buah.
🎈 Contoh 4: Menentukan Bilangan yang Tepat
Perhatikan kalimat matematika berikut!
3 + ... = 8
Bilangan berapa yang tepat?
Kita dapat menghitung:
3 + 5 = 8
Jawaban: Bilangan yang tepat adalah 5.
🧸 Contoh 5: Memeriksa Kalimat Matematika
Apakah kalimat matematika berikut benar?
4 + 3 = 8
Mari kita hitung!
4 + 3 = 7
Sedangkan angka di sebelah kanan adalah 8.
Jadi, kalimat matematika tersebut belum benar.
Kalimat matematika yang benar adalah:
4 + 3 = 7
✏️ YUK BERLATIH!
A. Ganti Kata "Menjadi" dengan Tanda (=)
Tuliskan kembali kalimat penjumlahan berikut menggunakan tanda sama dengan (=)!
1. 3 + 2 menjadi 5.
Jawab: ....................................................................
2. 4 + 1 menjadi 5.
Jawab: ....................................................................
3. 6 + 2 menjadi 8.
Jawab: ....................................................................
4. 5 + 3 menjadi 8.
Jawab: ....................................................................
5. 7 + 2 menjadi 9.
Jawab: ....................................................................
B. Hitung Hasil Penjumlahannya
Isilah titik-titik dengan jawaban yang benar!
6. 2 + 3 = ....
7. 4 + 4 = ....
8. 6 + 3 = ....
9. 8 + 2 = ....
10. 10 + 5 = ....
📝 ASESMEN FORMATIF
Asesmen formatif dilakukan melalui kegiatan tanya jawab, pengamatan saat peserta didik menggunakan benda konkret, dan hasil pengerjaan LKPD.
🌷 Aspek yang Dinilai
Pemahaman simbol: Peserta didik mampu mengenali simbol sama dengan (=).
Pemahaman konsep: Peserta didik mampu menjelaskan bahwa tanda sama dengan menunjukkan dua nilai yang sama.
Ketepatan menghitung: Peserta didik mampu menghitung hasil penjumlahan dengan benar.
Penggunaan simbol: Peserta didik mampu menggunakan tanda sama dengan (=) secara tepat.
Sikap belajar: Peserta didik menunjukkan sikap teliti, mandiri, jujur, dan percaya diri.
🌟 KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Sangat Baik:
Mampu memahami makna tanda sama dengan, menghitung penjumlahan, dan menentukan nilai yang tepat secara mandiri.
Baik:
Mampu memahami tanda sama dengan dan menyelesaikan sebagian besar soal dengan benar serta sedikit arahan.
Cukup:
Mampu memahami tanda sama dengan melalui bantuan gambar atau benda konkret.
Perlu Bimbingan:
Masih membutuhkan pendampingan dalam memahami makna tanda sama dengan dan menentukan hasil penjumlahan.
Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan belajar masing-masing.
🌟 PENUTUP PEMBELAJARAN
Alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar tentang pemahaman simbol sama dengan (=) pada penjumlahan. 🌷
Kita telah belajar mengenal tanda sama dengan, memahami bahwa kedua sisi memiliki nilai yang sama, menghitung hasil penjumlahan, serta menentukan bilangan yang belum diketahui.
Anak-anak shalih dan shalihah, ingatlah bahwa tanda sama dengan (=) menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan kanan adalah sama.
Contohnya:
3 + 2 = 5
Artinya, 3 ditambah 2 memiliki nilai yang sama dengan 5.
Jika merasa kesulitan, kita boleh menggunakan jari, gambar, atau benda konkret untuk membantu berhitung.
Teruslah berlatih dengan semangat, bersikap jujur, saling membantu, dan tidak mudah menyerah.
Semoga Allah Swt. menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, cerdas, rajin belajar, serta selalu bersyukur atas nikmat-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲💗
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷
See you again, my smart students! 🌈


Komentar
Posting Komentar